Milad Pertama, MQI Gelar Festival Qiroat dan Webinar Qiroat Internasional

Setelah dilaunching pada 7 Februari 2021 lalu, MQI (Markaz Qiroat Indonesia) telah mewarnai Indonesia dengan program-program di bidang ilmu al-Qur’an terutama ilmu Qiro’atnya selama setahun. Tidak kurang dari 260 peserta dari seluruh penjuru tanah air telah mengikuti kelas-kelas intensif MQI selama satu tahun ini.

Untuk memperingati harlah pertamanya, MQI mengadakan Pekan Qiroat Indonesia dari tanggal 18-20 Februari 2021 dengan tema “Menyongsong Kebangkitan Ilmu Qiro’at di Indonesia”. Rangkaian program Pekan Qiroat Indonesia pertama ini terdiri dari Gebyar Adu Cermat 444 Bait Ushul Syathibiyyah, Musabaqah Hifzhil Qur’an juz 30 dengan Istidlal Matn Syathibiyyah tingkat Nasional serta sebagai puncaknya adalah webinar Qiro’at Internasional.

Kedua musabaqah baik Gebyar Ushul maupun MHQ diikuti oleh sejumlah peserta baik dari dalam dan luar MQI dengan mendatangkan para pakar dan pegiat Qiroat Nasional seperti KH. Mudhawi Ma’arif, Ust. Muhammad Ihsan Ufiq,Lc (Pembina I MQI) dan Ust. Ahmad Muhsin (Ketua umum MQI).

Adapun puncak acaranya yaitu webinar Qiroat Internasional dengan antusias pendaftarnya mencapai 3.159 peserta dari berbagai penjuru Indonesia bahkan banyak dari negara-negara lain seperti Mesir, Maroko, Libya, Sudan, Kuwait, Turki, Yordania, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Malaysia dan Qatar.

Dengan mendatangkan 3 pakar Qiroat nasional dan Internasional yaitu Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad, MA, Prof. Dr. Mahir al-Munajjid, dan Dr. KH. Muhsin Salim, MA, webinar internasional kali ini benar-benar menyajikan perkembangan, pengalaman serta pembelajaran Qiroat di berbagai negara.

Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad, MA yang menimba ilmu Qiroat Indonesia sekaligus di tanah suci Madinah berbagi tentang ilmu serta pengalaman belajar di kedua negara tersebut terutama kepada guru beliau langsung yaitu Syaikh Abd al-Fattah al-Qadli yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan Qiroat di era modern dengan berbagai karya beliau.

Prof. Dr. Mahir al-Munajjid membahas tentang perkembangan serta pembelajaran ilmu Qiro’at di bumi Syam, tanah air beliau yang merupakan salah satu pusat perkembangan Qiroat di dunia. Bukan hanya berjasa untuk Syam, Dr. Mahir juga telah memberikan ijazah Qiro’at mutawatirah kepada sejumlah ustadz dan kiai yang kemudian mengembangkan ilmu Qiro’at di Indonesia seperti Dr. KH. Mudawi Ma’arif, M.H.I (Pengasuh PP. Ibnu Ali Sidoarjo), KH. Syihabuddin (Ketua yayasan Isy Karima Karanganyar), Ust. Aus Firdaus, Lc (Mudir Jami’ah Maulana Maghribi yang kosentrasi di bidang Qiro’at dan Fiqh) serta beberapa mujaz lainnya.

Adapun Dr. KH. Muhsin Salim, MA yang menuntut ilmu melalui jalur Mesir di tanah air juga memaparkan dengan sangat gamblang tentang peran, metode serta tantangan pembelajaran ilmu Qiro’at di tanah air terutama di dua institusi utama yaitu pesantren dan perguruan tinggi.

Peserta yang hadir langsung melalui zoom, youtube serta facebook mencapai 1.744 (sesuai respondens absensi kehadiran) dengan tingkat kepuasan maksimal mencapai 93%. Mereka juga antusias mengusulkan sejumlah program-program Qiroat kepada MQI ke depannya.

Dukungan dan antusias juga datang dari berbagai sponshorship yaitu Talaqqi Online Purwakarta, Nurul Hikmah III, Al-Hakim Perlengkapan Muslim dan Haji, Kajian al-Qur’an Granita, Pondok Pesantren Ibnu al-Jazari, MQI Store, Optik Eva dan Saung Qur’an.

Semoga antusias ini menjadi petanda sekaligus awal dari fajar cerah kebangkitan Qiroat di tanah air Indonesia. []

Leave a reply