Unsur Komunikasi dalam Al-Qur’an

Communication(komunikasi)

Secara kebahasaan berarti sama, yang dimaksud sama di sini adalah sama makna atau komunikasi harus ada kesamaan makna. Tujuannya adalah to inform (untuk menginformasikan) to educate (untuk mendidik) dan to influence (untuk mempengaruhi).Dalam bahasa Arab, komunikasi disebut juga dengan al i’lam seakar kata dengan Ilm’(ilmu)dan ta’lim yang memiliki Fungsi informasi edukasi dan persuasi. Secara informasi komunikasi dipahami dengan suatu proses dimana seorang komunikator menyampaikan pesan, baik dengan simbol bahasa, isyarat, gambar, gaya atau yang lain kepada orang lain(komunikan),yang antara keduanya sama-sama mengerti apa yang sedang di komunikasikan.

Mari kita lihat dalam Al Qur’an

•Rasul sebagai komunikator

•Alquran sebagai pesan komunikasi

•Umat manusia sebagai komunikan

•medianya 1. Khitobah(Komunikasi lisan) 2. Kitabah(komunikasi tulisan)

Rasul sebagai komunikator (balagh)

Rasul sebagai balagh, disebut 15 kali dalam 13 surat di dalam Alquran. Tabligh berasal dari kata balagha- yuballigu- tabllighon. Yang artinya menyampaikan atau melaporkan. Penyampaian Rasul ini dilakukan dimana saja dalam bentuk lisan, teguran, peringatan, larangan dan juga perilaku atau keteladanan.Nabi dalam hal ini bertugas menyampaikan sementara keputusan untuk ingkar atau taat itu semua ada ditangan komunikan.

Alquran sebagai pesan komunikasi

Allah memperkenalkan fungsi Alquran sebagai petunjuk bagi seluruh manusia (Hudan Li nas) dalam Quran surat 2/213 disebutkan bahwa al-quran ini diturunkan sebagai pemberi keputusan terhadap perkara yang diperselisihkan. Artinya Alquran memuat sejumlah solusi terhadap berbagai macam masalah.

Umat manusia sebagai komunikan

Ajaran al-quran merupakan ajaran universal, yang sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan. Di dalamnya ada ajaran tentang keesaan Allah (tauhid): janji dan ancaman, ibadah yang menghidupkan tauhid, penjelasan tentang kebahagiaan di dunia dan di akhirat dan pemberitaan tentang generasi terdahulu.

Khitobah (komunikasi lisan)

Yang dimaksud disini adalah prinsip-prinsip penyampaian atau model penyampaian pesan di dalam Alquran dengan komunikasi lisan. Hal ini dapat dilihat dengan model komunikasi dengan menggunakan ungkapan qala. Selain itu, di dalam Alquran juga dijelaskan pola-pola komunikasi positif, misalnya qaulan baligho (komunikasi yang efektif)qaulan karima(komunikasi yang terpuji) qaulan maysura(komunikasi yang mudah dicerna) qaulan ma’rifa(komunikasi yang baik dan simpatik)qaulan layyinan(komunikasi yang Lembut dan rasional) qaulan sadida(komunikasi yang berisi informasi yang jujur)qaulan tsaliqilan(komunikasi yang berbobot).

Kitabah (komunikasi dengan tulisan)

Apabila kita membaca Alquran,kita akan melihat bagaimana tradisi komunikasi tulis menulis muncul dalam sejarah Islam.Dalam hal penyebutan komunikasi Dengan tulisan, Alquran menggunakan istilah Al qalam. Penjelasan Alquran tentang komunikasi dengan tulisan menegaskan semangat, bahwa peradaban yang maju ditandai dengan majunya kitabah (tulisan).

Konsep dasar Komunikasi dalam Alquran

Alquran telah mensyariatkan kepada manusia, bahwa manusia sejak penciptaannya Senantiasa menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi. Sebagaimana yang telah disyaratkan oleh Alquran surat ar-rahman ayat 4 yang artinya: mengajarnya pandai bicara. Komunikasi merupakan aktivitas dasar manusia untuk berinteraksi dengan yang lainnya. Dengan berkomunikasi, manusia dapat berhubungan satu dengan yang lainnya. Baik dengan keluarga, di tempat belajar, di pasar, dan lain sebagainya.

Tidak ada manusia yang tidak akan terlibat dalam komunikasi. Pentingnya komunikasi bagi manusia tidaklah dapat dipungkiri. Dengan adanya komunikasi yang baik, aktivitas manusia dapat berjalan dengan lancar. Komunikasi Islam adalah sistem komunikasi umat Islam, dengan kata lain sistem komunikasi Islam akhlak Al Karimah atau beretika. komunikasi yang berakhlakul karimah didasarkan pada Alquran dan hadis nabi Muhammad Saw. Mengenai makna komunikasi Islam adalah proses penyampaian pesan antara manusia yang dasarkan pada ajaran Islam. []

Oleh : Ade Annisa (Mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta) | SUMBER

Leave a reply