Macam-Macam Permulaan Awal Surat dalam Al-Quran dan Makna dari Huruf-Huruf yang Terpotong di Awal Surat

Al-Quran terdiri dari 114 surat. Allah SWT memulai surat-surat tersebut dengan 10 macam permulaan:

1.) memulai dengan pujian, seperti menetapkan puji tersebut kepada Allah dengan lafadz al-hamdu, atau dimulai dengan mensucikan Dzat Allah dengan kalimat tasbih (subhana / sabbih).

Bagian yang menggunakan lafadz al-hamdu itu ada 5 surat: Al-Fatihah, Al-An’am, Al-Kahfi, Saba’, dan Fathir. Bagian yang menggunakan kalimat tasbih itu ada 7 surat: Al-Isra, Al-‘Ala, Al-Hadid, Al-Hasyr, Ash-Shaf, Al-Jumu’ah, dan Ath-Thagabun.

2.) memulai dengan seruan. Ada 10 surat yang dimulai dengan seruan, 3 diantaranya seruan kepada orang yang beriman, terdapat pada surat Al-Maidah, Al-Hujurat, dan Al-Mumtahanah.

Kemudian 5 surat menyeru kepada Nabi Muhammad ﷺ, tiga diantaranya menggunakan lafadz an-nabi, terdapat pada surat Al-Ahzab, Ath-Thalaq, dan At-Tahrim. Dua sisanya pada surat al-muzzammil, dan al-muddatsir.

3.) memulai dengan jumlah khabariyyah. Terdapat pada 23 surat: Al-Anfal, At-Taubah, An-Nahl, Al-Anbiya, Al-Mu’minun, An-Nur, Az-Zumar, Muhammad, Al-Fath, Al-Qamar, Ar-Rahman, Al-Mujadalah, Al-Haqqah, Al-Ma’arij, Nuh, Al-Qiyamah, ‘Abasa, Al-Balad, Al-Qadr, Al-Bayyinah, Al-Qari’ah, At-Takatsur, dan Al-Kautsar.

4.) memulai dengan sumpah. Terdapat pada 15 surat: Ash-Shaffat, Adz-Dzariyyat, Ath-Thur, An-Najm, Al-Mursalat, An-Naziaat, Al-Buruj, Ath-Thariq, Al-Fajr, Asy-Syams, Al-Lail, Adh-Dhuha, At-Tin, Al-‘Adiyat, dan Al-‘Ashr.

5.) memulai dengan isim syarat. Ada pada 7 surat: Al-Waqi’ah, Al-Munafiqun, At-Takwir, Al-Infithar, Al-Insyiqaq, Az-Zalzalah, dan An-Nashr.

6.) memulai dengan fi’il amr. Ada pada 6 surat: Al-Jinn, Al-‘Alaq, Al-Kafirun, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.

7.) memulai dengan pertanyaan. Ada pada 6 surat: Al-Insan, An-Naba, Al-Ghasyiah, Al-Insyiroh, Al-Fil, dan Al-Maun.

8.) memulai dengan dengan harapan buruk bagi segolongan orang. Ada pada 3 surat: Al-Mutaffifin, Al-Humazah, dan Al-Lahab.

9.) memulai dengan ta’lil atau alasan hanya ada pada satu surat yaitu surat Quraisy.

10.) memulai dengan potongan huruf hijaiyah, bagian ini menjadi bagian terbanyak Allah memulai surat dalam Al-Quran yang jumlahnya 29 surat dimulai dengan potongan huruf hijaiyah.

Imam Zamkhsyari menuliskan dalam Al-Kasyaf (1/96): bahwa surat-surat tersebut dimulai dengan potongan huruf tujuan ingin menunjukkan bahwa Al-Quran diturunkan dengan huruf-huruf yang telah mereka ketahui, namun tidak ada satupun diantara mereka yang dapat menandinginya.

Ulama berselisih pendapat tentang makna huruf yang menjadi permulaan surat tersebut. Namun, sebelum beranjak ke makna huruf tersebut, ada beberapa point yang harus disertakan, antara lain:

(A) tidak ada hadits shahih marfu’ yang menjelaskan makna huruf ini.

(B) memulai sesuatu topik dengan huruf-huruf hijaiyah yang terpotong itu bukan termasuk uslub yang dikenal oleh bangsa Arab, sehingga kita tidak akan menemukan contoh yang sama dari perkataan bangsa Arab sebelumnya.

(C) jika hadis shahih tidak menyajikan tafsiran tentang huruf-huruf ini, dan tidak ada contoh dari bangsa Arab sebelumnya, maka menafsirkan huruf tersebut hanya sebatas dugaan saja, bahkan imam Asy-Syaukani menganggapnya sebagai omong kosong (lihat Fath Al-Qadir 1/30).

Secara keseluruhan pendapat para ahli tafsir tentang maknanya itu masuk akal dan tidak ada cacat kecuali dari segi tidak adanya dalil. Pendapat tentang makna huruf ini lebih dari 20 pendapat, diantarnya: huruf tersebut tidak ada yang mengetahui tafsirnya kecuali hanya Allah, Imam Zarkasyi menistakan pendapat ini ke Khulafaur Rasyidin dengan sanad yang lemah (Al-Burhan 1/164).

Pendapat yang lain mengatakan bahwa itu merupakan isyarat kepada sifat-sifat Allah. Alif Lam Mim misalnya, Alif menunjukkan kepada Ahad (esa) Lam menunjukkan kepada Lathif (lembut), dan Mim menunjukkan Malik (Raja). (Tafsir Al-Kabir 2/50).

Ulama yang lain menafsirkannya sebagai nama malaikat, ada juga yang mengartikannya dengan nama para nabi, ada juga yang menafsirkan dengan nama-nama Al-Quran, dan makna yang lainnya.

Ditulis dari beberapa komentar Syekh Muhammad Muhammad Qasim atas Tafsir Abi Sa’ud dalam surat Yunus. (Muqarrar ujian semester ini, mohon doa dari teman sekalian) . []

Oleh: Fahrizal Fadil | SUMBER

Leave a reply