Redupnya Ilmu Qiraat di Indonesia

Alfaqir yakin, dengan mengamati oase dan atmosfer semangat teman-teman di Indonesia, sebenarnya banyak yang ingin menekuni ilmu qiraat. Namun, apa daya keadaan tidak memungkinkan. Tentu pembelajaran yang alfaqir maksud adalah pembelajaran yang komprehensif.

Standar seseorang yang berhasil belajar ilmu qiraat adalah : ketika Al Qur’an dibuka secara acak, lalu ditunjukkan kalimat apapun, ia dapat menjelaskan khilaf qurro beserta dalilnya.

Mengenai persyaratan, alfaqir rasa banyak yang memenuhi syarat, apalagi di indonesia banyak anak pesantren. Dilihat pada kenyataanya terdapat 5 permasalahan inti di negeri kita, sehingga Ilmu Qiraat kurang terjaga dan semarak, atau sudah rada semarak namun kualitas dan hasilnya masih di bawah standar.

Berikut ini adalah 5 permasalahan yang al faqir maksud :

1. Biaya Belajar Qiraat Yang Mahal

Bila di Qatar, alfaqir belajar gratis, karena Syekh sudah ada yang nanggung kehidupannya. Sebingga beban kehidupan beliau tidak terfikirkan. Akhirnya beliau dapat fokus dan mencurahkan segala ilmunya pada kami.

Sedangkan di Indonesia, untuk mencapai pada taraf hidup yang standar saja, seorang syekh harus punya kerja sampingan. Jarang ada muhsinin yang menanggung seperti di Qatar. Andai ada sampingannya pun, itu sangat cukup dan mepet.

Dari sini konsentrasi mengajar terganggu dan tidak maksimal. Atau membuka pembelajaran qiraat, namun harganya selangit. Akhirnya pesertanya yang mundur secara teratur.

2. Sibuknya Sang Guru

Seperti disampaikan pada point pertama, kesibukan guru alfaqir adalah mengajar. Sehingga benar-benar totalitas mengajar. Tidak ada kesibukan lainnya karena sudah tercukupi.

Kalau di Indonesia, sangg ustadz harus berdagang, harus kerja tepat waktu dll.

Walhasil, andaikata ada waktu, maka sangat dihemat untuk muridnya. Sedangkan ilmu qiraat ini tidak mengenal hemat waktu, seseorang harus hanyut bersamanya dan tenggelam bersamanya dan menjadi darah dagingnya hingga wafat.

3. Waktu Terbatas

Adakalanya seorang murid yang waktunya mepet. Guru sudah ok, tapi sang murid harus bagi bagi waktu untuk keluarga, jadwal ngajar, kerja, belajar ilmu lain dll. Sehingga ilmu qiraat selalu yang terbelakang dna selalu mengalah.

Kalau disini alfaqir alhamdulilah, waktu itu benar-benar dapat tersedekahkan dengan banyak untuk belajar. Sesekali diselingi mengajar alif ba ta anak anak Indonesia.

4. Kapasitas dan “kegalakan” guru

Guru galak, ketat dan disiplin sangat dibutuhkan dalam belajar ilmu qiraat. Di Qatar, syekh al Faqir syekh Abdun Nashir galaknya minta ampun. Dari sini kami termotivasi dan semangat menghafal dan mengulang. Wabil khusus dalam hal mengulang matan, ini sudah harga mati menjadi sarapan pagi harian. Kalau di Indonesia alfaqir tidak tahu karena belum mengalami.

5. Tempat Tidak Terjangkau

Adakalanya gurunya ada, muridnya berambisi, sayangnya jarak sangat jauh. Tidak memungkinkan untuk datang, karena harus meninggalkan anak istri, kerja, tempat tinggalnya nanti gimana dll. Sehingga gak jadi lagi belajar qiraat.

Kalau disini alhamdulilah, lokasi berdekatan sehingga tidak keberatan untuk bolak balik mesti dengan perjuangan.

Nah, sebagai solusi, sebagai pelayan para huffadzul Qur’an alfaqir siap memfasilitasi dengan segala kekurangan. Alfaqir tantang, siapa yang bersedia menemani alfaqir untuk belajar qiraat secara online.

GAMBARAN PROGRAM

Program 3-4 tahun, talaqqi 3 kali/minggu, bisa lebih tergantung waktu luang Al faqir. Kok lama? Tentu karena alfaqir wajibkan hafal syatibiyyah dan setoran ke alfaqir harian. Sekaligus memahami setiap huruf dan kata. Karena standar yang ingin tercapai adalah: “ketika Al Qur’an dibuka ngawur secara acak, lalu ditunjukkan kalimat apapun, ia dapat menjelaskan khilaf qurro beserta dalilnya.”

a) 1-3 bulan pertama menghafal muqoddimah dan setoran.

b) 2-4 Bulan membaca dan memahami ushul qiraat sembari menghafal bait dan setoran (inshallah alfaqir sampaikan syarah perkata lewat video talaqqi)

c) Bulan ke 5 sampai terakhir akan digunakan untuk setoran jama sab’ah.

d) Prakiraan selesai sekitar 3 tahunan bila tidak ada kendala dengan segala molor dan liburan inshallah.

SYARAT-SYARAT

Alfaqir hanya butuh 4 atau 2 orang yang siap tenggelam bersama-sama. Tentu ada syarat syarat yang harus dipenuhi sbb:

1) Menguasai fiqih dasar, dan akan ditest dulu.

2) Hafal Qur’an dan akan ditest dengan minimal hasil 65%.

3) Bisa baca kitab dan akan ditest.

4) Sanggup istiqamah dan konsisten sekaligus tidak gampang menyerah

5) Siap menghafal matan harian

6) Istikharah dan mantabkan niat

7) Punya internet cukup kuat

Bilamana ada yang bersedia, alfaqir siap meluangkan waktu di tengah aktifitas padat yang ada.  []

Leave a reply